Forum antar Dokter Indonesia

Full Version: Kualitas Dokter Umum di Indonesia Rendah
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
[justify]JAKARTA--Ikatan dokter Indonesia (IDI) menyesalkan rendahnya kualitas dokter umum di Indonesia. Salah satu perkumpulan yang dibawahi IDI, Persatuan Dokter Umum Indonesia (PDUI), menyebut selama ini peningkatan kopetensi dokter di Indonesia kurang digalakkan.

Rendahnya kualitas dokter umum tersebut, dapat dilihat dari maraknya penyakit yang berkembang di masyarakat, demikian menurut salah seorang Presidium PDUI, dr Dyah Agustina Waluyo, Jumat (12/3). "Seharusnya dokter umum harus dapat melakukan diagnosis dini," terangnya. Dengan diagnosis dini tersebut, peran dokter dalam tindakan promotif dan preventif dapat dilaksanakan.

Menurut pandangan Dyah , saat ini paradigma yang berkembang di masyarakat menyebutkan dokter umum adalah dokter kelas dua. Sedangkan, dokter spesialis mepunyai kelas tersendiri. Hal itu diperparah dengan tidak adanya pihak yang mengukur kemampuan dokter.

Saat ini memang sudah terdapat standar profesi kedokteran yang berlaku. Meski, Dyah menilai, standar profesi sekarang belum cukup memberikan pelayanan kesehatan di masyarakat.

"Perlu adanya standarisasi praktek kedokteran," ujarnya. Untuk itu, PDUI akan mengusulkan adanya standarisasi praktek kedokteran itu. "Kita harapkan dalam waktu satu hingga satu setengah tahun, (standarisasi praktek-red) tercapai," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan standarisasi praktek pun berkenaan dengan tempat praktek dokter. Saat ini, menurut Dyah masih banyak bertebaran tempat praktek yang tidak layak secara kedokteran. "Masa mau buka praktek hanya dengan stetoskop saja," ujarnya.[/justify]

Sumber
Hidden Content:
You must reply to see links
PAdahal banyak dokter umum yang kualitasnya bagus, tapi sayangnya peralatan yang digunakan tak memadai, sehingga kesannya mereka terlihat jelek. Ini disayangkan sih. Semoga saja pemerintah tahu akan hal ini dan dapat membenahinya kembali.