Welcome, Guest
You have to register before you can post on our site.

Username
  

Password
  





Search Forums

(Advanced Search)

Forum Statistics
» Members: 1,881
» Latest member: agen333
» Forum threads: 695
» Forum posts: 4,254

Full Statistics

Online Users
There are currently 32 online users.
» 0 Member(s) | 32 Guest(s)

Latest Threads
12onlinegaming | Situs Ta...
Forum: Pertanyaan, Saran Dan Kritik
Last Post: linawijaya
7 hours ago
» Replies: 48
» Views: 875
12onlinegaming - Situs Re...
Forum: Joke Forum
Last Post: linawijaya
Yesterday, 07:34
» Replies: 37
» Views: 593
12onlinegaming - Bandar d...
Forum: Pertanyaan, Saran Dan Kritik
Last Post: linawijaya
Tuesday, 19 February 2019, 07:14
» Replies: 48
» Views: 848
AGEN333.NET - Agen Bola R...
Forum: Pertanyaan, Saran Dan Kritik
Last Post: agen333
Thursday, 14 February 2019, 09:41
» Replies: 0
» Views: 12
AGEN333.NET - Agen Bola R...
Forum: Promosi
Last Post: agen333
Monday, 11 February 2019, 14:32
» Replies: 0
» Views: 10
AGEN333.NET - Agen Bola R...
Forum: Joke Forum
Last Post: agen333
Monday, 11 February 2019, 14:30
» Replies: 0
» Views: 12
12onlinegaming - Situs Ju...
Forum: Promosi
Last Post: linawijaya
Saturday, 02 February 2019, 09:58
» Replies: 4
» Views: 127
kursus kecantikan di jaka...
Forum: Promosi
Last Post: kevhill
Thursday, 10 January 2019, 11:01
» Replies: 3
» Views: 1,565
MediPlus Batam mencari do...
Forum: PPDS & Spesialis
Last Post: mediplusbatam
Saturday, 29 September 2018, 14:10
» Replies: 0
» Views: 170
Kualitas Dokter Umum di I...
Forum: Dokter Umum
Last Post: JamesWiguna
Wednesday, 15 August 2018, 14:46
» Replies: 1
» Views: 836

 
  Pelatihan Medical Hypnotherapy
Posted by: junedyas - Friday, 16 April 2010, 00:06 - Forum: Informasi - Replies (1)

Apakah anda menginginkan salah satu dari manfaat berikut?
1. Komunikasi terapeutik anda lebih meningkat
2. Membantu pasien anda cepat mengalami penyembuhan
3. Menguasai hipnosis untuk anasthesia dan persalinan
4. Mengobati pasien yang mengalami gangguan saraf secara lebih efektif
5. Membantu meningkatkan sistem imunitas pasien
6. Mengakselerasi kemampuan self-healing pasien anda

Ikuti pelatihan Medical Hypnotherapy yang akan ditemani oleh:
1. Fadly Nur Haq (Medical Hypnosis Specialist)
    - Certified Hypnotherapist - National Guild of Hypnosis, USA
    - Certified Hypnotherapy Instructor - Indonesian Board of Hypnotherapy
2. Aji Darmawan (Clinical Hypnotherapist)
    - Certified NLP Practitioner - NFNLP Florida USA
    - Certified Hypnotherapist - Indonesian Board of Hypnotherapy
    - Certified Advanced EFT Practitioner - APEI (approved by AAMET, UK)
3. Akhmad Junaidi (Psychoneuroimmune Hypnosis Specialist)
    - Master Teknik Biomedika - ITB, Indonesia
    - Certified Hypnotherapist - Soul Mind Body Management - Human Development Centre, Indonesia
    - Certified Acupuncturist - LPA Sancang, Indonesia

Waktu Pelaksanaan: Hari Sabtu - Minggu, Tanggal 1 - 2 Mei 2010 pukul 08.30 - 17.00 WIB
Tempat: Hotel Nalendra, Jalan Cihampelas no. 225 Bandung
Biaya investasi: Rp 2.200.000,-

Dapatkan diskon 10% untuk setiap mengajak 1 orang (sebelum tgl 24 April 2010)
Untuk perwakilan instansi pemerintah, dapatkan potongan sebesar 15% (menunjukkan surat tugas)
Pelatihan HANYA UNTUK dokter, paramedis, mahasiswa kedokteran, atau mahasiswa keperawatan/kebidanan

Format pelatihan: 40% teori, 60% praktek
Fasilitas: Modul, lunch, coffee break
Sertifikasi:
  - Certified Hypnotist dari Indonesian Board of Hypnotherapy
  - Certificate of Completion in Medical Hypnosis dari Trance4Life Indonesia

Pendaftaran hubungi Tedy - 081 320 693 704
Pendaftaran via SMS, ketik REG NAMA kirim ke 081 320 693 704

Print this item

  salam kenal
Posted by: valproat - Friday, 09 April 2010, 20:15 - Forum: Selamat Datang - No Replies

salam kenal para dokter dan mahasiswa kedokteran semuanya....mohon bimbingannya buat nubie....terima kasih

Print this item

  clerkship
Posted by: cheryl - Thursday, 08 April 2010, 16:21 - Forum: Bincang - Replies (1)

hi all..
pengen nanya donk.. aku kuliah kedokteran di luar (di jerman), pengen banget bikin clerkship ato praktikum di RS di indo.. sebulan aja.. yah pengen cari pengalaman gitu..  ada yg tau ga, RS di jakarta mana yg mau terima? soalnya aku dah cari di internet, ada nya cuma UGM di jogja, ato Uni klinik di malang, bandung dll tp ga ada yg di jakarta yg bersedia T.T.. thanks before

Print this item

  clerkship
Posted by: cheryl - Thursday, 08 April 2010, 16:09 - Forum: Mahasiswa & Preklinik - No Replies

hi all..
pengen nanya donk.. aku kuliah kedokteran di luar (di jerman), pengen banget bikin clerkship ato praktikum di RS di indo.. sebulan aja.. yah pengen cari pengalaman gitu..  ada yg tau ga, RS di jakarta mana yg mau terima? soalnya aku dah cari di internet, ada nya cuma UGM di jogja, ato Uni klinik di malang, bandung dll tp ga ada yg di jakarta yg bersedia T.T.. thanks before

Print this item

  USM FK unisba
Posted by: ariaenggar - Tuesday, 06 April 2010, 11:00 - Forum: Informasi - No Replies

maaf kalo saya bukan dokter.

ada yang punya naskah soal USM kedokteran unisba tahun kemarin ga?
kalo ada bagi-bagi tolong ya. thx

Print this item

  Workshop ortopedi:MANAGEMENT ON EXTREMITY INJURY:SPLINT,STRAP,CAST&SKIN TRACTION
Posted by: msa51 - Friday, 02 April 2010, 13:19 - Forum: Informasi - Replies (2)

Panitia Pelantikan Lulusan Dokter (PLD) FKUI 2010
Mempersembahkan

MANAGEMENT ON EXTREMITY INJURY: SPLINTING, STRAPPING, CAST &
SKIN TRACTION
Untuk Dokter Umum

Gedung A RSCM lt.8
Jl. Salemba Raya 6 Jakarta
Minggu, 11 April 2010


OVERVIEW
Pengetahuan terkini dan ketrampilan dalam penanganan awal kasus cedera ekstremitas baik pada kasus kecelakaan lalulintas atau cedera olah raga merupakan modal dasar bagi dokter umum sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, kami menyelenggarakan seminar dan workshop mengenai Penanganan pada Cedera Ekstremitas.

MATERI
Seminar
Trauma pada Ekstremitas
Cedera Olahraga (Sport Injury)
Tatalaksana Cedera Ekstremitas
Tehnik Aplikasi Gips dan Skin Traction pada Cedera Ekstremitas


Workshop
CEDERA EKSTREMITAS ATAS
Dorsal Forearm Splint
Volar Forearm Splint
Upper arm Splint
U-Slab Splint

CEDERA EKSTREMITAS BAWAH
Dorsal Leg Splint
Dorsal Thigh Splint
Lower Leg Cast
Skin Traction

CEDERA OLAH RAGA
Tapping-Strapping pada cedera lutut, pergelangan kaki, pergelangan tangan dan jari

PEMBICARA
Staf Pengajar Departemen
Orthopedi dan Traumatologi FKUI/RSCM

Dr. Bambang Gunawan, Sp.OT(k)
DR. Dr. Andri Lubis, Sp.OT(k)
DR. Dr. Ismail, Sp.OT(k)


PROGRAM

Materi Waktu Jam
Pembukaan 10 ? 08.00-08.15
Trauma pada Ekstremitas 30? 08.15-08.50
Sport Injury 30? 08.50-09.25
Tanya jawab 20? 09.25-09.45
Coffee break 15? 09.45-10.00
Tatalaksana Cedera ekstremitas 30? 10.00-10.35
Aplikasi gips dan Skin Traction pada cedera ekstremitas 60? 10.35-11.35
Tanya jawab 20? 11.35-11.55
ISHOMA 55? 11.55-12.50
Workshop 240? 12.50-16.50
Penutup dan Kesimpulan 15? 16.50-17.05


FASILITAS
Seminar Kit & Makalah
Sertifikat Akreditasi IDI (Maksimal 10 SKP)

BIAYA
Early bird (23 Januari - 01 Maret 2010) Rp 1.050.000,-
Late bird (02 Maret ? 05 April 2010) Rp 1.200.000,-

PENDAFTARAN
Langsung via Mba Mimin, Ruang Senat Mahasiswa FKUI lt.2, Jalan Salemba no. 6, Jakarta Pusat
telp. (021) 3920249
atau
Via tranfer ke rekening BCA 4671250146 a/n Nicko Perdana . Bukti pembayaran dapat dikirimkan melalui email
[email protected]

Untuk informasi lebih lanjut dan Pendaftara via transfer, silahkan menghubungi
M. Syah Abdaly, S.Ked 0852 1725 1987
Arif Nugraha, S.Ked 081386788389

Print this item

  salam kenal^^
Posted by: diazepam45 - Tuesday, 30 March 2010, 17:51 - Forum: Selamat Datang - No Replies

halo salam kenal, saya anak baru, mohon bantuannya ya Big Grin

Print this item

  Harga Obat dan Kecurigaan Komisi Dokter
Posted by: Jangle - Monday, 29 March 2010, 22:56 - Forum: Bincang - Replies (1)

[Image: 269722.jpg]


[justify]Belakangan ini di media massa banyak dibahas mengenai harga obat yang mahal di Indonesia. Teman saya mendapat resep antibiotik yang harga obatnya ternyata jauh lebih mahal dari emas. Untuk satu gram obat tersebut dia harus membayar Rp 300.000, padahal dia membutuhkan suntikan dua kali satu gram setiap hari. Obat tersebut memang obat paten.

Namun juga diberitakan bahwa dokter kurang berminat menuliskan resep obat generik yang sebenarnya manfaatnya sama dengan obat paten tetapi harganya jauh lebih terjangkau.

Sampai sekarang saya minum obat penurunan kolesterol generik yang harganya hanya Rp 500, padahal harga obat patennya sepuluh kali lipat lebih. Sebagai pegawai swasta yang gajinya hanya Rp 2,5 juta sebulan dalam pengobatan saya amat bergantung pada obat generik. Saya rasa cukup banyak orang yang kemampuannya serupa saya karena itu kami amat berharap kepedulian dokter pada kemampuan kami dalam membeli obat.

Dalam pemberitaan , ternyata obat generik banyak yang tak ada di pasar. Katanya karena harga yang ditetapkan pemerintah lebih rendah dari ongkos produksi. Saya agak heran membaca berita tersebut karena pada bayangan saya tentu telah ada komunikasi yang baik antara produsen obat generik (kebanyakan merupakan Badan Usaha Milik Negara) dengan pemerintah. Jika memang kondisinya seperti itu, saya kira harus segera diperbaiki agar masyarakat dapat menikmati obat generik.

Masalah lain yang jadi sorotan adalah hubungan dokter dan perusahaan obat. Tampaknya ada kecurigaan masyarakat bahwa dokter menerima komisi dari perusahaan obat. Jika ini terjadi, sungguh memalukan karena ini berarti dokter menikmati komisi, sedangkan yang membayar adalah orang yang sedang menderita, yaitu orang yang sedang sakit.

Apakah dokter sampai hati menikmati komisi tersebut. Mohon penjelasan dokter bagaimana sebenarnya kejadian di layanan kesehatan kita. Apakah hal yang sama juga terjadi di negara lain? Saya masih punya keyakinan sebagian dokter di Indonesia masih punya hati nurani dan akan menolong pasien yang mempunyai dana terbatas.

Saya juga merasa terharu atas keyakinan Anda tentang dokter Indonesia. Saya sendiri juga meyakini sebagian besar dokter masih menjalankan praktik kedokteran dengan menjunjung tinggi sumpah dan etika kedokteran. Saya mengenal cukup banyak sejawat saya para dokter yang membebaskan honor mereka karena pasiennya kurang mampu.

Bahkan juga ada yang membelikan obat yang diperlukan. Namun, jumlah dokter di Indonesia sekarang ini sekitar 80.000 orang. Dari jumlah sebanyak itu, kemungkinan ada dokter yang nakal.

Sudah merupakan kewajiban profesi dokter untuk membina dan mengawasi anggotanya agar dapat melayani masyarakat dengan mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi.

Obat di negeri kita dapat dibagi tiga macam, yaitu obat paten, obat generik, dan obat generik bermerek. Obat paten adalah obat yang ditemukan melalui penelitian. Biaya penelitian untuk menemukan suatu obat baru amatlah mahal. Penelitian untuk menemukan obat baru juga lama. Sering kali dari sekitar 20 kandidat obat baru, hanya satu yang berhasil dikembangkan menjadi obat baru yang bermanfaat dan aman digunakan.

Karena itu, dapat dipahami jika perusahaan yang melakukan penelitian mematenkan obat barunya sehingga dapat dijual secara monopoli tak boleh ditiru. Dengan demikian, biaya penelitian akan dapat dikembalikan selama masa paten tersebut.

Biasanya jika masa paten sudah selesai, harga obat akan turun karena biaya penelitian sudah kembali. Obat tersebut juga bebas untuk ditiru sehingga dapat dibuat obat generiknya. Harga obat generik jauh lebih murah daripada obat paten karena produsen obat generik tak melakukan penelitian yang membutuhkan biaya tinggi tersebut.

Harga kebanyakan obat generik hanya sepersepuluh obat paten. Dengan demikian, masyarakat dapat menggunakan obat yang bermanfaat dengan harga terjangkau. Pemerintah mewajibkan penggunaan obat generik di institusi pelayanan kesehatan pemerintah agar masyarakat dapat menggunakan obat yang bermutu dengan harga terjangkau.

Dewasa ini juga timbul wacana seharusnya pemerintah juga mewajibkan penggunaan obat generik di layanan kesehatan swasta, misalnya, di pelayanan rawat inap kelas tiga yang biasanya ditempati oleh pasien yang kurang mampu.

Obat generik dibuat kemasannya sederhana dan produsennya juga mendapat keuntungan yang tipis. Namun karena penggunaan banyak, keuntungan lumayan. Harga obat generik, seperti Anda kemukakan, dikendalikan pemerintah. Sudah tentu harga yang ditetapkan pemerintah tidak menjadikan produsen obat generik merugi. Jadi memang perlu komunikasi dan kesepakatan antara pemerintah dan produsen obat generik.

Bagaimana dengan obat generik bermerek? Obat ini harganya antara harga obat generik dan obat paten. Namun sayangnya, di negeri kita obat generik bermerek harganya lebih mendekati obat paten ketimbang obat generik. Memang obat generik bermerek mungkin kemasannya lebih canggih dan perlu biaya pemasaran untuk memperkenalkan obat tersebut. Biaya pemasaran obat biasanya tidaklah sedikit.

Dokter dan produsen obat

Hubungan dokter dan perusahaan farmasi telah dibahas oleh profesi kedokteran (IDI) dan profesi kefarmasian. Telah ada etika pemasaran obat dan juga tata cara hubungan dokter farmasi yang tidak boleh memberatkan pasien. Di Indonesia dan juga di negara lain, perusahaan farmasi mensponsori pertemuan-pertemuan yang dilakukan oleh profesi kedokteran. Dengan cara ini, kedua pihak diuntungkan. Perusahaan farmasi mengeluarkan biaya yang lebih efisien jika mensponsori pertemuan ilmiah dokter daripada mengadakan sendiri.

Sementara profesi kedokteran juga diuntungkan karena dengan adanya sponsor tersebut, biaya penyelenggaraan pertemuan ilmiah menjadi lebih ringan. Akibatnya, biaya yang harus dibebankan kepada peserta menjadi lebih murah.

Namun sudah tentu perusahaan farmasi tidak boleh membiayai keluarga peserta pertemuan ilmiah untuk berwisata misalnya. Dokter tidak boleh mendapat komisi dari perusahaan farmasi. Jika ini diketahui, dokter yang bersangkutan akan mendapat sanksi.

Bagaimana menurunkan beban masyarakat untuk biaya berobat? Obat merupakan salah satu komponen biaya yang harus dibayar oleh orang sakit di samping honor dokter, pemeriksaan penunjang, dan biaya rumah sakit. Jika kita ingin meringankan beban masyarakat, keseluruhan biaya ini perlu ditinjau kembali dan masyarakat mendapat informasi yang terbuka mengenai beban yang harus ditanggung mereka.

Namun, salah satu cara yang dapat menurunkan biaya kesehatan adalah jaminan sosial, termasuk jaminan kesehatan. Mudah-mudahan pelaksanaan jaminan sosial masyarakat akan segera dapat diwujudkan, termasuk jaminan biaya kesehatan.

Dr Samsuridjal Djauzi[/justify]

Sumber :
Hidden Content:
You must reply to see links

Print this item

  Memerangi TB dengan ISTC
Posted by: Jangle - Monday, 29 March 2010, 22:52 - Forum: Bincang - No Replies

[justify]Salah satu masalah kesehatan terbesar di Indonesia adalah Tuberkulosis atau dikenal juga dengan TB. Hingga tahun 2010 ini, Indonesia masih menjadi negara dengan jumlah penderita TB tertinggi yakni menempati peringkat 3 dunia.

Untuk penanganan tuberkulosis, saat ini telah dibuatkan standar internasional yang disebut ISTC atau International Standard for Tuberkulosis Care. Ini merupakan sebuah standar prosedur tatalaksana tuberkulosis dalam proses diagnosis, pengobatan, kepatuhan berobat, peran pencegahan, serta tatalaksana khusus TB dan HIV serta Hepatitis yang muncul bersamaan.

Penanganan TB atau diduga TB di manapun di dunia seharusnya sama, yaitu diagnosis sedini mungkin, cepat dan akurat. Penerapan terapinya dilakukan dengan paduan obat baku yang telah terbukti efektif bersama dengan terapi penunjang dan pengawasan memadai serta pemantauan respon pengobatan ditambah tanggung jawab untuk melindungi masyarakat dari risiko tertular penyakit.

Diagnosis ISTC sendiri memiliki 6 standar :

1. Untuk diagnosis TB versi ISTC dijabarkan bahwa pada setiap orang dengan batuk berdahak selama 2-3 minggu atau lebih yang tak jelas penyebabnya, harus dievaluasi untuk tuberkulosis. Khusus untuk anak-anak selain gejala batuk, harus diperhatikan gejala di mana berat badan sang anak sulit naik dalam waktu kurang lebih 2 bulan terakhir atau adanya gizi buruk pada anak.

2. Semua pasien baik dewasa, remaja dan anak yang diduga menderita TB paru harus menjalani pemeriksaan dahak di bawah pantauan mikroskop minimal 2 kali yang diperiksa di laboratorium yang kualitasnya terjamin. Jika memungkinkan, paling tidak satu sampel pemeriksaan harus berasal dari dahak pagi hari.

3. Diagnosis menjabarkan bahwa semua pasien baik dewasa, remaja dan anak yang diduga menderita TB esktra paru. Sampel pemeriksaan yang diambil dari bagian tubuh yang sakit seharusnya diambil juga untuk pemeriksaan mikroskopik, biakan kuman dan histopatologi. Sebaiknya dilakukan juga pemeriksaan foto rontgen paru untuk mengetahui ada tidaknya TB paru dan Tb milier. Pemeriksaan dahak juga dilakukan bila mungkin pada anak.

4. Sebaiknya setiap orang dengan temuan foto rontgen paru yang diduga tuberkulosis seharusnya menjalani pemeriksaan dahak secara mikrobiologis.

5. Pada pasien dengan dugaan diagnosis TB paru dan saat dilakukan pemeriksaan mikroskopik minimal 2 kali hasilnya negatif (termasuk minimal 1 kali dahak pagi hari), sedangkan temuan foto rontgen parunya sesuai dengan diagnosis TB serta tidak ada respon terhadap antibiotika spektrum luas, maka untuk pasien yang seperti ini harus dilakukan biakan dahak untuk mencari kumannya. Sedangkan untuk pasien - pasien khusus yang sakit berat atau diketahui atau diduga terinfeksi HIV maka evaluasi diagnostik harus dilakukan dengan segera dan jika bukti klinis sangat mendukung ke arah tuberkulosis maka pengobatan tuberkulosis harus segera dilakukan.

6. Pada semua anak yang diduga menderita tuberkulosis yang berada dalam intratoraks harus dilakukan pemeriksaan dahak sebagai konfirmasi. Jika hasilnya negatif, maka harus dilihat kelainan radiografi paru apakah sesuai dengan TB, pernahkah sang anak mempunyai riwayat terpapar kasus TB yang menular, bukti yang mendukung adanya infeksi TB dan temuan klinis yang mendukung ke arah adanya TB. Untuk anak yang diduga menderita TB paru maka sampel dari lokasi yang dicurigai harus diambil untuk dilakukan pemeriksaan mikroskopis, dibiakkan dan juga secara histopatologis.

Setelah diagnosis TB ditegakkan maka perlu dilakukan terapi yang membutuhkan kerjasama yang baik antara dokter dengan si pasien. Untuk standar terapi pada ISTC juga ada butir standar yang jelas dan mudah diterapkan.

dr.Intan Airlina Febiliawanti[/justify]

Sumber :

Hidden Content:
You must reply to see links

Print this item

  TBC Tetap Urutan Ke-3 di Indonesia
Posted by: Jangle - Monday, 29 March 2010, 22:45 - Forum: Bincang - No Replies

[Image: batuk-tbc.jpg]


[justify]Jakarta  - Tuberkulosis tetap menjadi masalah besar kesehatan masyarakat. Indonesia masih di peringkat ketiga sebagai negara dengan kasus tuberkulosis terbanyak. Belakangan, masalah tuberkulosis diperberat dengan infeksi HIV/AIDS yang berkembang cepat.

Selain itu, juga muncul kasus TB-MDR (multi-drugs resistant?kebal terhadap bermacam obat). Hal itu dikatakan Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung (PPML) Kementerian Kesehatan Iwan M Muljono pada acara brifing dengan pers menyambut Hari Tuberkulosis Sedunia, Jumat (19/3). Hari Tuberkulosis (TB) diperingati setiap tanggal 24 Maret.

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan kuman Mycobacterium tuberkulosis. Penyakit tersebut ditularkan lewat udara melalui percikan dahak pengidap TB. Sebagian besar menyerang paru, tetapi bisa juga organ tubuh lain.

Pengidap tuberkulosis terbanyak berada di negara berkembang dan berpenduduk padat. Pengidap tuberkulosis terbanyak berada di India, China, dan Indonesia.

Di Indonesia, setiap tahun ditemukan sekitar setengah juta kasus baru TB. Separuh di antaranya adalah kasus TB menular, menyebabkan sekitar 100.000 kematian. Penyakit TB masih penyebab kematian terbanyak penyakit infeksi.

Tuberkulosis juga menjadi ancaman bagi produktivitas masyarakat?sekitar 70 persen pengidap ada dalam usia produktif. Temuan kasus terbanyak, yaitu di Sulawesi Utara, DKI Jakarta, dan Banten.

Beban makin berat

Pengendalian TB, menurut Iwan, semakin berat dengan peningkatan kasus HIV/AIDS dan munculnya resistensi terhadap beberapa obat lini pertama (MDR-TB). Infeksi HIV yang melemahkan kekebalan tubuh menyebabkan orang dengan HIV/ AIDS rentan terkena TB. Orang yang terinfeksi HIV berisiko sakit TB sebesar 60 persen.

Mereka yang tanpa HIV berisiko sekitar 10 persen. Tantangan lain ialah bermunculannya kasus MDR-TB atau TB akibat kuman yang telah kebal terhadap bermacam obat anti-TB. Pengobatan MDR-TB dengan obat lini kedua jauh lebih mahal dan sulit.

Kepala Subdit TB Kementerian Kesehatan Dyah Erti Mustikawati menambahkan, TB menjadi lebih sulit dikendalikan lantaran penyakit tersebut mempunyai dimensi sosial dan ekonomi. ?TB terkait dengan kemiskinan dan kepadatan penduduk. Di daerah yang padat penduduk dan miskin biasanya permukiman rapat dan tidak memenuhi syarat rumah sehat. Kesadaran masyarakat akan kesehatan dan lingkungan juga rendah,? ujarnya.

Ketua Perkumpulan Pasien dan Masyarakat Peduli TB Indonesia atau Pamali TB Indonesia Retnowati mengatakan, tuberkulosis juga terkait dengan perilaku. ?Batuk tanpa menutupi mulut, ketidakpatuhan minum obat, dan kendala mencapai fasilitas kesehatan ikut memengaruhi,? ujarnya.

Iwan mengatakan, Indonesia menggunakan strategi DOTS (directly observed treatment shortcourse) dalam mengatasi TB. DOTS terdiri dari lima komponen, yaitu komitmen pemerintah mempertahankan kontrol TB, deteksi kasus, pengobatan teratur 6-8 bulan, ketersediaan rutin obat TB, serta sistem laporan untuk pengawasan perkembangan pengobatan dan program. Hari TB Sedunia diperingati dengan kegiatan advokasi, komunikasi, dan mobilisasi sosial, melibatkan semua pihak untuk mendukung komitmen penanggulangan TB[/justify]

Sumber :
Hidden Content:
You must reply to see links

Print this item